
" Monalisa Smile "
Benar-benar ngeri membayangkan hidup sebagai perempuan di awal abad 20. Ironis, anak-anak perempuan pintar di sebuah sekolah berasrama berpikir bahwa menikahi seorang laki-laki adalah prestasi yang jauh lebih tinggi daripada diterima bersekolah di Yale.
Iklan-iklan dengan jitu menggambarkan peran perempuan pada masa itu dengan tulisan-tulisan seperti " Choosing the best iron for your wife?" atau " How to be a good housewife ? Just choose...bla..bla.." .
Saya bahkan terkesima pada beberapa adegan hingga merasa harus memutarulang adegan tersebut. Salah satunya adalah ketika pada suatu malam, Betty (Salah satu tokoh utama murid asrama yang sudah menikah dan memiliki ibu seorang konservatif) datang ke rumah orang tuanya sambil menangis mengeluh bahwa suaminya telah berselingkuh. Saya sampai melotot ketika sang ibu berkata sambil setengah menghardik , " Betty, just go home now. Fix your face and wait for your husband there " !! Ini jaman gila !!!