Monday, June 12, 2006
Lagi MarahGagal menjaga keutuhan hati, itulah kamu
Itulah kamu, yang berpikir setelah semuanya terlanjur luruh menjadi abu
Aku tidak buta, untuk melihat bahwa kado itu untuk aku
kejutan itu terpamapang cantik, hanya buat ku
Tapi maaf, bingkai itu tak cukup kuat tuk leburkan luka
Hati ku juga tak beku
Mendung tercacat pada mukamu seharian ini
Sesungguhnya aku ingin menyapukan hujan di atasnya
Lantas membuatnya cerah kembali
Tapi maaf, seperti kamu yang pernah, aku pun bisa kehilangan cinta
Aku justru berharap lebih dari itu
Aku mampu mengalihkannya pada yang lain
Aku pernah, dengan nafas satu satu ku
Mencoba menyusun kembali retak-retak yang terserak
retak-retak yang kau ciptakan sendiri atas cinta kita yang kau puja
Kamu pasti tau, kesendirianku tak membuatnya bertambah ringan
Tapi kamu pernah lihat, aku mampu
Hingga cinta tertata utuh kembali
lantas kita kukuhkan di puteri duyung
senja itu...
Cintamu tak terbantahkan saat ini
Tapi kamu tau,
manusia tersusun rapih atas sejarah yang dibangunnya..
Melupakan luka,
Melupakan sejarah,
artinya melupakan mu...
Dewi Layla at 7:27 AM