Photobucket - Video and Image Hosting
Sunday, July 23, 2006


Dorp : Bermalam di Pedesaan Amsterdam

Terbatasnya uang saku, membuat aku dan teman-teman bermalam di sebuah hotel kecil di pedesaan Amsterdam, namanya Osdorp. Dorp dalam bahasa Belanda artinya Desa. Jadi kira-kira artinya Desa Os,mungkin. Hotelnya bagus dan nyaman, Cuma hari kedua kami di Amsterdam, salah seorang teman mengatakan bahwa setahun yang lalu ada seseorang yang bunuh diri, menjatuhkan diri dari lantai 6 hotel itu. Hiyy...Cuma karena kami tak yakin akan mendapatkan hotel murah lainnya yang juga senyaman Tulip inn ini, jadilah kami tetap menginap di hotel yang jauh juga jaraknya dari kota.

Desa Os ini indah sekali.Begitu turun bus bernomor 17, kami menyeberang jalan. Ada sebuah taman yang dibangun pada tahun 1986. Di taman itu ada sungai kecil yang didalamnya banyak bebek-bebek berenang dan dipinggir-pinggir sungai banyak burung-burung dara dan kelinci-kelinci liar yang bermain di atas rumput. Di sekelilingnya banyak pohon-pohon tua besar yang teduh. Sesekali tupai dan kelinci liar tersembul keluar dari persembunyiannya,terutama saat mereka lapar. Hmm...dengan udara musim panas dengan suhu udara sekitar 22 derajat celcius, taman ini benar-benar indah. Entah saat musim gugur atau musim dingin nanti akan menjadi apa rupa taman osdorp ini. Masih menggoda untuk dinikmatikah atau sebaliknya dingin menggigit tak bersahabat. O,ya yang paling menarik adalah rumah-rumah tua khas belanda yang sangat terawat tersusun di pinggiran sungai. Rumah-rumah bertingkat yang hanya terdiri dari susunan batu bata.

Dari pemberhentian bus, hotel kami memang harus ditempuh dengan berjalan kaki kira-kira 10 menit. Sebetulnya capek juga, Cuma taman Osdorp ini cukup menghibur dan membuat kami tidak terlalu bosan selama berjalan kaki. Cuma kalau udara sedang hujan, dan suhu mencapai 12 derajat celcius, kami tak lagi dapat menikmati keindahan taman dan terpaksa harus berjalan cepat-cepat. Kalau dingin semakin menusuk, kami lantas berlomba lari untuk menghangatkan badan.

Sekarang ini aku sedang duduk di lantai 5 di sofa hotel yang nyaman. Aku sengaja bangun pagi-pagi sekali supaya bisa menulis dengan tenang, karena kedua temanku, Dini dan Rizki masih terlelap. Dari lantai 5 ini, aku bisa melihat jelas dari jendela yang luas, bangunan-bangunan berlantai 6 lainnya di seberang jalan. Seluruh bangunan terbuat dari batu bata yang tidak dilapisi lagi dengan semen. Sesekali burung camar melintas di seberang jendela kamar seolah menemani aku menulis. Aah....pagi yang teramat Indah.


Dewi Layla at 11:41 PM



Photobucket - Video and Image Hosting favorit :
alternatif
sejarah
surprises
jalan-jalan
+buyung
+citra
+desan
+dhank Ari
+Nita
+ochan
picis