Sunday, July 23, 2006
Here I come Netherland
June 24, 2006
...
Akhirnya saya benar-benar akan melangkah ke Eropa. Dhank Ari, suami tersayang itu, terlihat mulai merindukan saya,meski saya masih bersamanya sepanjang hari ini. Seperti biasanya setiap kali saya akan bepergian, pagi ini dia membantu merapihkan dan mengemasa barang-barang bawaan saya ke dalam koper. Semuanya teratur rapih dan semua barang bawaan saya dapat terangkut. Dalam hal ini, suami saya memang jagonya ketimbang saya. Ia juga ga lupa membelikan gembok baru untuk travelling bag saya.
Sebelum ke kantor, kami makan siang bareng di Platinum, plaza semanggi. Sebagai hadian sebelum saya pergi, suami saya membolehkan saya memesan makanan apa saja sebanyak apapun. Mungkin dia tahu, sampai 2 minggu ke depan saya ngga akan lagi dapat mencicipi makanan enak dan dijaminkehalalannya.
Suami saya sangat memanjakan saya. Hihihi..apalagi kalau kami habis bertengkar kecil seperti tadi malam. Saya sungguh berharap ia akan baik-baik saja di Jakarta tanpa saya. Ahh...tapi kan dia sudah biasa, satu tahun terakhir ini saya berada di program tivi yang saya harus keluar kota selama 7 hari 3 kali sebulan. Dia pasti sudah amat terlatih....Ia mengantarkan saya hingga ke bandara, menciumi saya ciuman perpisahan dan menunggu hingga saya benar-benar boarding. Saya sempat menyampaikan sebuah kartu terima kasih kejutan padanya beberapa saat sebelum saya check in. Isinya : Terima kasih pada tuhan yang telah memberikan hadiah terbaik pada saya sepanjang hidup ini :yaitu seorang suami yan baik,Baik-baik sayang, hati-hati di Jakarta tanpa aku ya...
Dewi Layla at 11:49 PM