Sunday, July 23, 2006
Nenek Tua di SEIZT, UtrecthNamanya Fransisca Fangiday. Usianya sudah 81 tahun tapi masih kuat berjalan meski dengan tongkat. Ingatannya masih tajam kalau menceritakan peristiwa masa lalunya yang kelam, yang ia sebut sebagai masa perjuangan. Ia begitu berapi-api ketika menceritakan bagaiamana G 30 s telah merampas banyak hal dalam kehidupannya.
Tapi daya ingatnya langsung melemah kalau disuruh mengingat hal-hal kecil dalam kesehariannya masa kini. Ketika Temanku,Dini, bertanya, dengan siapa ia kemarin datang mengunjungi kami di Hotel, ia berusaha berpikir selama 3 menit. Akhirnya nenek Fransisca menyerah dan seorang tetangganya memberitahu bahwa ia kemarin diantar Michael ke Amsterdam. Itupun, dia masih berusaha mengingat siapa Michael.
Nenenk Frans terpisah dari anak-anaknya hingga kini akibat tak bisa pulang pada waktu peristiwa 65. Dia mengaku bukan PKI, bukan komunis juga sosialis. Tapi meski sorot matanya begitu hangat dan ia memperlakukanku laiknya cucu sendiri, aku menangkap ada sebuah misteri atau rahasia yang ia tutup rapat-rapat,yang tak ingin diketahui orang lain.
Aku tak perduli masa lalunya. Aku tak perduli ia siapa. PKI, muslim atau muslim abangan. Aku sendiri sebetulnya merasa bodoh ketika harus bertanya dengan istilah kiri dan kanan. Aku jadi merasa persis Soeharto.
Nenek Frans itu gemar tertawa. Aku lihat sekali betapa ia merindukan anak-anak dan cucunya. Beberapa kali aku memergokinya sedang mengelus-elus lembut rambut temanku dini, atau melihat kami dengan mata yang berkaca-kaca. Ia juga tak jarang menciumi kami dengan penuh kasih sayang. Begitu aku bilang aku akan kembali bulan september ke Belanda untuk belajar di Hilversum, nenek Frans meloncat kegirangan. Berulang kali ia mengingatkan aku untuk mampir ke rumahnya lagi dan menginap dirumahnya. Dari lantai belasan flatnya yang kecil dan rapih, di Seizt, Utrect, nenek tua itu tak henti-hentinya melambaikan tangan pada kami yang sudah di bawah dan bersiap-siap untuk naik bus. Aku terenyuh...aku katakan dalam hati, ”ya, oma...nanti aku kunjungi lagi kalau aku kembali ke negeri kincir angin ini bulan september nanti.IsyaAllah ...”
Dewi Layla at 11:43 PM