Sunday, July 23, 2006
Paris..not van javaAneh. Kesan Saya tentang paris jauh dari yang saya bayangkan sebelumnya. Kota romantis dimana orang-orang cantik dan modis berseliweran ternyata tak seindah di kepala saya.
Stasiun dan keretanya tak sebagus belanda. Maungkin karena penduduk prancis jauh lebih banyak dibandingkan Belanda, makanya trem dan bus selalu penuh sesak oleh orang-orang, tak ada bedanya dengan kereta jurusan Depok Kota.
Orang-orang Paris tak terlalu mahir berbahasa Inggris. Tentu saja ini menyulitkan saya dan teman-teman dalam mencari arah tujuan perjalanan. Tak seperti di belanda,saya harus bertanya paling sedikit dengan 3 orang untuk akhirnya mendapatkan petunjuk arah yang benar.
Namun kota paris memang romantis, terutama bagi para pecinta gedung dan sejarah kuno seperti saya. Dalam hal ini belanda sepertinya kalah jauh. Bangunan seperti gambaran dalam mitologi yunani dan romawai banyak didapati disini. Masih kokoh berdiri dan terpelihara dengan sangat baik. Bentuknya pun bervariasi, pokoknya dahsyat abis!
Sayang, saya belum mendapatkan kesan paris sebagai kota mode dunia. Kebanyakan perempuan paris yang saya temui berpakaian simpel saja, t-shirt dan jeans saja. Beda sekali dengan belanda yang perempuannya bisa saya saksikan beratraksi pakaian setiap hari. Entahlah, mungkin karena hari itu Bad dress up day kali di Paris. Hehehe....
Tentu aja saya menyempatkan diri ke menara Eifel, menara terpopuler seantero dunia itu. Saya tak terlalu terkesan, mungkin karena ’ iklannya’ sudah terlanjur bergema dengan dahsyat, alam bawah saya mungkin saja mengharapkan kesan yang luar biasa.Akibatnya, Menara Eifel tak terlalu meninggalkan kesan buat saya, seperti kesan mendalam saya pada Borobudur.
Dewi Layla at 11:46 PM