Photobucket - Video and Image Hosting
Wednesday, October 04, 2006

INTERKULTURAL WORKSHOOP

Begini nih rasanya kalo belajar di interkultural Workshop. Yang paling sulit ternyata bukan menangkap materi pelajarannya atau komunikasi bahasa. Tapi ternyata bagaimana bekerja sama dengan orang dari berbagai kultur. Sesuai dugaan gue di hari pertama workshop, beberapa hari belakangan ini gap antara ras mulai terasa semakin meruncing. Asia vs Afrika adalah garis besarnya. Entah kenapa. Sebagai keturunan Ras Asia, mungkin pendapat gue ga akan objektif. Sangat subjektif malah, karena tokh mau tidak mau gue juga terseret ke dalam kotak-kotak primordial itu.

Mmm...primordial ? Sebetulnya ngga juga, menurut pengamatan gue sih, orang-orang asia cendrung sudah mampu menempatkan hak asasi manusia (manapun) di tempat teratas dari segala pertimbangan. Jadi, kami sudah bisa menyingkirkan penyakit primordialisme (yang berlebihan) dalam keseharian. Selain itu, grup asia juga cenderung lebih tidak memperdulikan eksistensi dan aktualisasi diri (terutama di dalam kelas).

Tadinya gue pikir karena usia. karena rata2 anak2 asia yang ada di course ini between 26- 32, cenderung berjiwa muda dan semangat yang dijunjung adalah semangat belajar. Tapi ternyata ngga juga, karena ternyata ras afrika tersebar dengan rentang usia yang cukup besar dan beragam.

Tapi entah mengapa, mereka seperti selalu ingin menonjolkan diri (hampir setiap ada kesempatan) dan cenderung arogan untuk mengakui kekurangannya. Kalo dipikir2, praduga gue sih karena mereka lahir dari bangsa yang pernah 'disakiti' dan 'dikecilkan' oleh bangsa lain. Dan faktanya, negara2 afrika kebanyakan adalah negara yang lebih belakangan merdeka. Jadi, lahir sebagai bangsa yang sepanjang sejarahnya terus 'struggle' mungkin membuat doktrin untuk selalu eksis dan jangan mau dibodohi lagi terpatri kuat di kepala mereka.

Tapi akibatnya jadi kurang asik aja nih. Terutama kalo lagi kerja tim, mereka cenderung mengusung semangat kompetisi diatas segalanya. Akhinrnya jadi sering sikut sana sini dan menimbulkan konflik. Belum lagi kemampuan mereka yang 'kurang terasah' di beberapa bidang terutama yang berkaitan dengan iptek tidak diimbangi dengan keinginan untuk terus belajar. Mereka malah cenderung untuk malu mengakui dan enggan membuka diri untuk mau 'diajari'. Keras kepala, padahal salah. Huiiihhh........

Tapi kalo di telaah lagi, sebenarnya ngga semua afrika. Karena pada kenyataannya kita juga punya teman2 afrika yang 'manis2'. Ada gladys, lizzy dan deo,misalnya. Tapi entah kenapa juga, kalo afrikanya udah dari kenya!!!! 3 orang kenya dikelas kita adalah biang keroknya!!!!! busyeeet....

But, ga cuma dengan orang afrika aja susahnya ternyata. kesulitan interkulturan relationship ini juga ternyata gue hadepin dengan orang costarika. Bt...kalo udah bt, amit2 deh, gampang marah banget! Beberapa hari kerja bedua bareng dia, gue bukannya capek mikirin content, tapi sibuk ngejaga mood dia biar asik kerja. Kampret ..... !!!!!!!!!!


Dewi Layla at 9:39 PM



Photobucket - Video and Image Hosting favorit :
alternatif
sejarah
surprises
jalan-jalan
+buyung
+citra
+desan
+dhank Ari
+Nita
+ochan
picis