Photobucket - Video and Image Hosting
Monday, October 16, 2006



Leiden - Kinderdijk - Rotterdam

Yippiii...! Weekend kali ini kami jalan-jalan lagi. Kali ini memanfaatkan tiket gratis kruitvard 10 euro, tapi bisa kemana aja di seluruh belanda. Dahsyat kan ?! Naah, pagi-pagi gue, indra dan vera (ga bareng adi karena lagi ke frankfurt..huhuhu) udah siap2 berangkat. Torismo hari ini kami awali dengan leiden.

Sebenernya banyak yang keren di Leiden, cuma berhubung kita mau mengejar 2 kota pada hari ini, jadi hanya beberapa tempat yang sempat dikunjungi. Leiden itu sepi. Suasananya mirip kota pelajar, yogyakarta. Disana banyak museum dan universitas. Wuuiih, akhirnya bisa liat langsung universitas leiden yang maha terkenal itu. Kampusnya asik banget, agak2 mirip kampus ITB. Ga ada pagernya dan di kelilingi oleh sungai. Romantis abiz....
Pertama kali, kami mengunjungi windmill tua di Leiden central, namanya The Valk. Nama ini sesuai dengan nama pemilik windmill tersebut di tahun 1600an.Windmill ini digunakan untuk menggiling jagung. Dan para penggiling2 ini dulunya punya seorang penadah di kota ini. Tapi mereka ga dibayar dengan uang, tapi dibayar dengan 1/16 jagung hasil gilingan. Biasanya jagung2 itu dijual sehingga para penggiling mendapatkan uang.
Kami sempat naik keatas windmill. Waah, ternyata tinggi juga ya. Mungkin ada sekitar 7 tangga disana yang harus kami naiki hingga keatas. Parahnya, tangga itu sempit dan tinggi. Jadi agak2 ngeriii...hiyy...Tapi di dalamnya ternyata sangat nyaman. Ada ruang tamu, tempat kerjanya si Valk, dapur dll. Semuanya masih original ! Keren....
Dikota ini juga hidup pelukis terkenal Rembrant. Ayah Rembrand juga salah seorang penggiling di Leiden. Rembrant menghabiskan masa kecilnya di leiden sebelum pergi ke amsterdam. Sebagai keluarga petani penggiling umumnya, rembrant hidup dalam suasana prihatin. 2 kakaknya menjadi penggiling ketika besar. Tapi rembrant ngotot sekolah seni, hingga akhirnya ia bisa menjadi pelukis. Sayang, rumah dimana rembrant dulu tinggal kini hanya tinggal lokasinya saja yang masih asli. Tapi bangunan rumahnya sudah baru total dan ditempati oleh sebuah keluarga di leiden.

Kami juga Sempet naik boat keliling leiden. Tapi koq ga semenarik tour boat di amsterdam ya ? Di Leiden gue malah bosen dan pengen cepet2 turun. Halah..kalo ga inget 6 euro bayarnya, gue udah pengen lompat rasanya, berenang dan balik lagi ke daratan. Hehehe...pelit yak ?! iyalah...
Udah gitu, kita ke pilgrim museum. Disini asyik banget baca sejarahnya kaum pilgrim. Mereka asalnya dari inggris. Dari pecahan protestan, calvinisme. Tahun 1600an,Kaum pilgrim terancam di inggris dan mereka menyurati pemerintah belanda untuk bisa migrasi ke sana. Permintaan ini disetujui. Lantas sekitar 100 orang bermingrasi dengan menggunakan kapal laut ke belanda, dan ditempatkan di Leiden. Lalu mereka hidup disini dan berasimilasi dengan kebudayaan setempat, termasuk katolik roma di belanda. Lalu, kaum pilgrim migrasi kembali ke amerika dan membawa kebudayaan baru ke negeri paman sam itu. Termasuk budaya2 hasil amilisi dengan bangsa belanda, seperti perayaan thanks giving dan pernikahan yang dilegalkan. Lucunya, bangsa belanda yang mempengaruhi budaya pernikahan dengan catatan sipil itu ternyata sekarang penduduknya sebagian besar udah ga percaya dengan institusi pernikahan. Lho, koq ?
Kunjungan ke 2, kami ke Kinderdijk. Disini banyak windmill2 tua yang sudah beroperasi sejak tahun 1700. Waah...okeh banget pemandangannya, sayang sekali matahari dan langit sedang tidak bersahabat. Jadi fotonya ga sebagus punya sari..hiks..hiks..
Malamnya kami rencananya ke rotterdam mau liat swan bridge. Tapi udah kemaleman, jadi cuma mampir di stasiun kereta rotterdam. Terus langsung pulang....tuh liat, saking kecapeannya gue danvera bobo di kereta.....zzzz...zzzzz.....kecapean !!!


Dewi Layla at 12:09 AM



Photobucket - Video and Image Hosting favorit :
alternatif
sejarah
surprises
jalan-jalan
+buyung
+citra
+desan
+dhank Ari
+Nita
+ochan
picis