Saturday, October 07, 2006
Mama...Singkat pesan itu.
"Dewi apa kabarnya sayang ? sehat2 kan, jaga kesehatanmu ya sayang"Tapi air mata saya menitik tak karuan saat membacanya. "Maafin saya,ma...." Saya memang sering lupa mengirimkan pesan untuknya. Hingga ia harus memulai lebih dulu mengsms saya untuk sekedar menanyakan kabar saya. Entah mengapa saya sering merasa tak perlu memberinya kabar, seolah2 ia pasti tak sedang merindukan saya. Bukan tak sayang pada mama, tapi saya juga tak tahu entah kenapa.
Hubungan saya dengan mama memang sarat dengan perdebatan. Kita seringkali punya cara yang sangat berbeda dalam memandang sesuatu hal. Inilah selalu pangkal perdebatan kita. Dari mulai dekorasi rumah hingga mengurus keuangan.
Seringakali apa yang ada dalam pikiran mama, seakan tak masuk akal bagi saya. Mungkin begitu pula sebaliknya. Tapi perseteruan kami tak pernah lebih dari 3 hari, karena biasanya saya selalu menyesal dan meminta maaf pada mama. Setelah saya menikah ini, hubungan dengan mama jauh lebih baik. Hampir tak ada perseteruan yang terjadi. Mungkin karena kami sekarang beda rumah dan saya sudah berkonsetrasi pada rumah tangga saya sendiri. Saya jadi sering memikirkannya beberapa bulan belakangan ini. Terutama semenjak adik kecil saya marah pada perempuan yang melahirkan kami ini.
Saya ingin membahagiakannya. Sungguh...Tapi saya belum tau dengan cara apa. Karena cara kami memadang bahagia pun sering kali tidak sama. Waktu kakak saya memberi kabar kalau mama sakit beberapa hari yang lalu, kepala saya langsung pusing. Ingin rasanya langsung pulang ke indonesia. Untunglah, ia sudah baik2 saja sekarang.
Seandainya mama tau, air mata tak urung berhenti saat menulis tentang dirinya saat ini... Sungguh, Tuhan beri saya kesempatan untuk bisa membahagiakan mama.
Dewi Layla at 11:28 PM