Friday, November 03, 2006

One dark path of JewishSaya bukan Yahudi, bukan pula simpatisan terhadap ajarannya.
Saya juga tidak pernah menaruh empati terhadap bangsa yang satu ini,
apalagi mengingat konflik antara palestina dan Israel ngga pernah selesai.
Tentu saja,dalam hal ini saya pembela setia hak-hak rakyat palestina,
meski baru baru sebatas dorongan moral saja. Saya subjektif ? pastinya..!
terus kenapa ?
Tapi kalo udah bicara soal nazi dan Yahudi, lain lagi ceritanya.
Kepala dan mulut saya biasanya langsung kompak mengumpat apa saja
tentang kekejaman nazi (baca : Hitler). Itu pula yang terjadi sepanjang
wisata historis saya ke Berlin, di long weekend kemarin.
Begitu sampai di holocaust museum, atmosfer kekejian kembali merasuki
benak saya. Otak saya lantas mengingat sekuat tenaga runtutan cerita
tentang masa keemasan the third reich dibawah Hitler. Maklum,
buku itu saya baca beberapa tahun lalu. Dan saya ngga mau ada
bagian-bagian penting yang harusnya saya saksikan, terlewat begitu saja.
Di ruang bawah tanah museum yang ditujukan untuk para korban NAZI
ini banyak cerita2 dan gambar2 yang mengharukan tentang orang2 yahudi.
Bagian yang paling mengharukan adalah postcard2 dan surat2 yang
dikirimkan oleh para tahanan NAZI kepada orang2 terdekat mereka,
beberapa saat sebelum mereka tewas dibunuh. Ada surat seorang ayah
untuk anak lelakinya, surat seorang suami pada isterinya dan juga surat
seorang anak lelaki 8 tahun pada ayahnya.
Dewi Layla at 11:21 PM